Peluang dan Tantangan Aplikasi BPR di Era Digital

Seiring dengan berkembangnya zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi pun semakin berkembang pula. Bahkan pada abad ke-20 ini, teknologi digital sangat berkembang pesat hingga dapat disebut sebagai era digital. Di era digital ini, kita disuguhi banyak kemudahan dalam beraktivitas karena adanya teknologi. Mulai dari kemudahan berkomunikasi, bekerja hingga melakukan transaksi dan kegiatan usaha contohnya yaitu dengan aplikasi BPR.

BPR (Bank Perkreditan rakyat) ini sendiri adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. BPR menyediakan layanan kegiatan usaha untuk masyarakat yang di antaranya adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan deposito, tabungan dan yang lainnya, memberikan kredit, menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah dan ketentuan dari Bank Indonesia. Kegiatan usaha lainnya adalah menempatkan dana dalam bentuk SBI (Sertifikat Bank Indonesia), deposito berjangka dan sertifikatnya, dan tabungan pada bank lain.

Munculnya era digital membuat semuanya serba digital, termasuk kegiatan usaha oleh BPR menggunakan aplikasi BPR. Aplikasi BPR adalah aplikasi yang dapat melayani dalam melakukan segala kegiatan usaha yang disediakan secara digital. Namun, apakah perkembangan era digital membuat pihak perbankan terutama BPR mengalami kesulitan? Lalu dengan diciptakannya aplikasi BPR, apakah dapat bersaing dengan bank umum lainnya di era digital? Tentunya terdapat peluang dan tantangan yang muncul dan akan dijelaskan berikut.

Era digital tidak hanya menguntungkan bagi pihak perbankan saja, namun konsumen juga diuntungkan terutama dengan adanya aplikasi BPR. Pelayanan yang diberikan oleh BPR dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Konsumen dapat melakukan transaksi dan kegiatan lainnya kapan saja dan di mana saja. Selain itu, adanya teknologi memungkinkan BPR untuk dapat menjangkau masyarakat luas.

Meskipun aplikasi BPR sangat berpeluang di era digital ini, namun terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Konsumen menginginkan pelayanan yang memudahkan mereka, semakin mudah proses yang disediakan maka akan semakin dicari oleh konsumen. Perubahan perilaku konsumen ini menuntut perbankan untuk lebih adaptif terhadap teknologi digital serta perbankan juga harus berinovasi agar dapat terus berkembang. Keuntungan yang besar pun tidak bisa didapatkan tanpa adanya resiko yang besar juga. Maka dari itu, perlu diukur dan dipantau serta dilakukan mitigasi risiko. Hal ini agar resiko yang berpotensi dapat dicegah dan bank tidak mengalami kerugian.

Saat ini, sudah banyak aplikasi berbasis fintech (financial technology) yang berkembang di pasaran. Mereka menawarkan banyak pelayanan yang sekiranya dibutuhkan oleh konsumen di era digital ini. Salah satu contoh layanan yang disediakan adalah penawaran dana cair yang dapat diambil tanpa menggunakan jaminan. BPR juga harus memperhatikan SDM (Sumber Daya Manusia) yang dipekerjakan. SDM harus dapat menguasai teknologi digital, mengetahui keinginan konsumen serta dapat berorientasi pada kebutuhan konsumen sehingga dapat bersaing dengan aplikasi berbasis fintech dan bank umum.

Jadi, bukan hal yang mustahil bagi BPR untuk dapat bersaing menggunakan aplikasi BPR. Era digital memang tidak dapat kita hindari, namun ada banyak hal yang dapat dipersiapkan dalam menghadapi era digital ini, terutama bagi BPR. Aplikasi BPR adalah salah satu bentuk kesiapan BPR dalam menghadapi era digital. Namun, perubahan perilaku konsumen dapat dengan cepat terjadi di era ini, sehingga diperlukan strategi untuk mengembangkan peluang-peluang yang ada, serta menghadapi tantangan dengan persiapan yang baik.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *