Inilah Contoh Investasi Jangka Pendek yang Menguntungkan

Dari segi risiko, investasi jangka pendek terbilang rendah. Bahkan, mayoritas investasi yang masuk pada kategori ini cenderung mempunyai nilai yang secara konsisten terus mengalami kenaikan meski dalam jumlah kecil. Contoh investasi jangka pendek adalah deposito, reksa dana pasar uang, dan Saving Bonds Ritel (SBR).

Deposito

Bagi Anda yang biasa menyisihkan uang dengan rutin untuk ditabung, maka deposito sebenarnya tidak berbeda jauh dengan menabung. Anda tidak bisa mengambil uang yang disimpan di rekening deposito.

Pihak bank telah menentukan jangka waktu deposito ini. Setidaknya ada beberapa pilihan yang tersedia. Ada yang 1 tahun, ada juga yang jangka waktunya 3 tahun atau lebih. Setelah jatuh tempo, maka barulah uang dalam deposito bisa Anda ambil.

Walaupun tidak bisa diambil sewaktu-waktu, deposito menjanjikan bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan bunga tabungan biasa. Bunga yang dijanjikan sebesar 5-6%. Karena mendapat jaminan, Anda juga tidak perlu lagi khawatir dengan risiko kehilangan uang.

Reksadana Pasar Uang

Reksadana merupakan wadah dalam menghimpun dana dari masyarakat untuk kemudian diinvestasikan pada instrumen-instrumen investasi tertentu. Dalam reksadana pasar uang, instrumen investasi tersebut adalah produk-produk keuangan, seperti deposito dan obligasi.

Pada umumnya reksadana pasar uang ini memiliki jangka waktu efektif selama 1 tahun. Reksadana Pasar Uang menawarkan besaran bunga tinggi daripada angka inflasi. Dari segi risiko, reksadana pasar uang juga cenderung rendah.

Obligasi Negara Ritel (ORI)

Contoh investasi jangka pendek lain adalah Obligasi Negara Ritel (ORI). Pada dasarnya pemerintah yang mengeluarkan instrumen investasi surat utang ini. Instrumen investasi ini mempunyai tingkat risiko rendah. Pemerintah sendirilah yang menjaminnya.

Walaupun risikonya rendah, jumlah minimal investasi ORI ini cukup besar. Batas minimal pembelian ORI ini biasanya mulai Rp 3 juta dengan tenor 3 tahun. Meski instrumen investasi ini mempunyai tenor yang cukup panjang, namun investor bisa memilih dalam memegangnya hingga jatuh tempo (hold to maturity) atau menjualnya ke pasar sekunder dan mendapatkan capital gain.

Saving Bonds Ritel (SBR)

Saving Bonds Ritel (SBR) merupakan produk investasi berupa surat utang yang dikeluarkan pemerintah. Uang yang terkumpul dari instrumen investasi digunakan untuk keperluan pemerintahan. Dengan membeli SBR, maka Anda telah bertindak sebagai pemberi pinjaman kepada penerbit obligasi yang dalam hal ini adalah negara. Investasi jangka pendek ini juga sangat cocok untuk para investor pemula. Pemerintah telah menjamin keamanan SBR.

Bunga atau kupon pun terbilang besar. Return atau imbal hasil biasanya berkisar 7%. Angka tinggi dari deposito kisaran 5-6%. Biasanya SBR mempunyai tenor 2 tahun. Setiap bulan SBR akan memberikan return. Namun, SBR ini menjadi sangat menarik karena terdapat fitur early redemption dengan jumlah maksimal 50% dari total nilai investasi. Selain itu, Anda bisa mulai berinvestasi SBR mulai dari Rp 1 juta.

Peer-to-Peer Lending

Saat ini animo masyarakat Indonesia akan investasi peer-to-peer lending cenderung bisa mengalami pertumbuhan. Instrumen investasi ini juga akan menjanjikan bunga yang cukup besar dengan tenor pendek. Bahkan, tidak sedikit pinjaman yang tenornya hanya beberapa bulan saja. Peer-to-Peer Lending menawarkan return yang terbilang tinggi, walaupun berinvestasi. Bahkan, tak sedikit yang menawarkan return mencapai 20% per tahun.

Para investor mudah menanamkan dana di platform peer-to-peer lending. Walau demikian, terdapat satu catatan yang perlu Anda ingat. Peer-to-peer lending termasuk investasi yang berisiko tinggi. maka dari itu, pastikan Anda melakukan riset yang lebih mendalam sebelum terjun ke dalamnya.

Nah, itulah contoh investasi jangka pendek yang bisa Anda lakukan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *